bulan ini penuh, sayang
tapi yang kumaksud bukan bulan april ini,
melainkan bulan di bulan april yang sedang kita pandangi,
sewaktu kau memboncengkanku di tengah perjalanan mengantarku pulang,
bulan yang katamu jaman dulu ukurannya lebih besar,
buatan alien yang ingin di malam sekalipun terlihat terang,
sehingga mereka yang datang ke bumi tak perlu kesasar,
untuk sekedar main ataupun menculik orang,
haha,
imajinasiku melayang kemana-mana
sayang, ingatkah dulu
saat-saat dimana kita selalu berlomba mengabadikan lukisan Tuhan dalam sebuah foto,
langit dan seisinya,
biru pada langit di siang hari, (kita sebut biru langit juga)
oranye pada langit senja,
merah pada semburat matahari pagi,
abu-abu pada mega mendung,
berkilauan pada hujan dan embun,
dan terakhir kuning keemasan pada senyuman bulan,
itu yang kita pandangi sekarang.
tapi tak perlu sekarang kita saling berebut mengambil kamera,
terburu-buru mengambil gambarnya,
karena bulan tak akan kemana-mana,
apalagi kita
No comments:
Post a Comment